Thursday, January 19, 2017

Cerita Jepang: Tentang Yamanote Line

Halo guys, balik lagi di blog saya

Semoga dalam kondisi sehat semua ya.

Post kali ini saya akan membahas Line kereta di Jepang yang paling terkenal dan paling tersibuk di dunia yaitu Yamanote Line yang berada di ibukota negara Jepang, Tokyo.

Saya akan membahas sejarah dan aksesnya yang bisa ditempuh oleh Yamanote Line ini.

Mulai dari sejarahnya dulu ya.

Yamanote Line pertama kali dibuka pada tahun 1885 yang diresmikan oleh Nippon Railway Company, yang beroperasi di antara stasiun Shinagawa di selatan dan stasiun Akabane di utara. Bagian atas putaran jalur antara Ikebukuro dan Tabata (jaraknya 3,3km) dibuka pada tanggal 1 April 1903 dan kedua jalur tersebut digabung menjadi Yamanote Line pada 12 Oktober 1909.

Jalur ini sudah berlistrik pada tahun 1909, tahun yang sama dengan Jalur Osaki - Shinagawa yang sudah berjalur ganda dengan jalur memutar yang selesai pada tahun 1925 dengan pembukaan jalur ganda, jalur yang sudah berlistrik antara Kanda dan Ueno pada 1 November, menyediakan akses utara-selatan melewati stasiun Tokyo melalui pusat bisnis kota. Sebuah jalur pengiriman paralel, juga selesai pada tahun 1925, beroperasi sepanjang bagian dalam dari jalur lingkaran antara Shinagawa dan Tabata.

Pengontrol kereta otomatis (ATC/Automatic Train Control) diperkenalkan dari 6 desember 1981, dan versi digitalnya (D-ATC) diperkenalkan dari 30 Juli 2006.

Penomoran Stasiun diperkenalkan di stasiun JR East di area Tokyo dari 20 Agustus 2016, dengan stasiun Yamanote Line bernomor bersama dengan kodenya "JY".


Lalu kira-kira sekarang Yamanote Line di Tokyo ini bisa akses kemana aja ya?

Yamanote Line yang merupakan Jalur bawah-atas tanah ini memiliki akses ke daerah penting di Tokyo. Kapasitas per hari dari jalur ini bisa menampung penumpang sampai 3,55 juta orang yang mengakses mereka ke daerah perkantoran sampai daerah pusat perbelanjaan. Yamanote Line dibuka per hari dari jam 4.20 pagi sampai jam 1.20 dini hari dengan tenggang waktu per kereta 3-4 menit di tiap stasiun. Yamanote Line memiliki 29 stasiun dan hanya 2 stasiun yang tidak memiliki akses penyambung ke jalur lain yaitu, stasiun Shin-Okubo dan stasiun Mejiro.

Berikut ini adalah daftar koneksi dari Yamanote dilihat dari searah jarum jam. Terdaftar dibawahnya beberapa objek wisata terdekat dari Yamanote Line.

Tokyo Station (→ Keihin-Tohoku Line, Chuo Main Line, Keiyo Line, Marunouchi Subway Line, Shinkansen [all major lines from Tokyo], Sobu Main Line, Tokaido Main Line, Yokosuka Line)
Attractions near Tokyo Station: Imperial Palace & Marunouchi shopping district.

Yurakucho (→ Keihin-Tohoku Line, Yurakucho Subway Line)
Attractions near Yurakucho Station: Ginza, Ginza shopping, Imperial Palace

Shimbashi (→ Ginza Subway Line, Keihin-Tohoku Line, Toei Asakusa Line, Yurikamome)
Attractions near Shimbashi Station: Tsukiji Fish Market, Hama Rikyu Garden

Hamamatsucho (→ Keihin-Tohoku Line, Toei Asakusa Line, Toei Oedo Line, Tokyo Monorail)
Attractions near Hamamatsucho Station: Tokyo Tower, Zojoji Temple, Kyu Shiba Rikyu Gardens

Tamachi (→ Keihin-Tohoku Line)

Shinagawa (→ Keihin-Tohoku Line, Keikyu Main Line, Tokaido Main Line, Tokaido Shinkansen, Yokosuka Line)
Attractions near Shinagawa Station: Shinagawa shopping, hotel, and entertainment district, Shinagawa Kumin Park

Osaki (→ Rinkai Line, Shonan-Shinjuku Line [southbound])

Gotanda (→ Toei Asakusa Line)
Attractions near Gotanda Station: Mundo Latino Minimart

JR Yamanote Line Tokyo.
Meguro (→ Namboku Subway Line, Toei Mita Line, Tokyu Meguro Line)

Ebisu (→ Hibiya Subway Line)
Attractions near Ebisu Station: Yebisu Garden Place restaurant, museum and cultural complex, Tokyo Metropolitan Museum of Photography

Shibuya (→ Ginza Subway Line, Hanzomon Subway Line, Keio Inokashira Line, Tokyu Den-en-toshi Line, Tokyu Toyoko Line)
Attractions near Shibuya Station: Shibuya and Shibuya shopping.

Harajuku (→ Chiyoda Subway Line)
Attractions near Harajuku Station: Harajuku and Omotesando fashion districts, Yoyogi Park, and Meiji Jingu Shrine

Yoyogi (→ Chuo-Sobu Line (eastbound), Toei Oedo Line)
Attractions near Yoyogi Station: Shinjuku Gyoen Park

Shinjuku (→ Chuo Main Line, Chuo-Sobu Line [westbound], Keio Line, Marunouchi Subway Line, Odakyu Line, Odawara Line, Seibu Shinjuku Line, Toei Oedo Line, Toei Shinjuku Line)
Attractions near Shinjuku Station: Shinjuku and Shinjuku shopping and Tokyo Metropolitan Government Building - Tocho

Shin-Okubo

Takadanobaba (→ Seibu Shinjuku Line, Tozai Subway Line)

JR Yamanote Line Tokyo.
Mejiro

Ikebukuro (→ Marunouchi Subway Line, Saikyo Line (northbound), Seibu Ikebukuro Line, Shonan-Shinjuku Line [northbound], Tobu Tojo Main Line, Yurakucho Subway Line, Yurakucho New Subway Line)
Attractions near Ikebukuro Station: Ikebukuro

Otsuka (→ Toden Arakawa Line)

Sugamo (→ Toei Mita Line)

Komagome (→ Namboku Subway Line)
Attractions near Komagome Station: Rikugien Gardens

Tabata (→ Keihin-Tohoku Line)

JR Yamanote Line Tokyo.
Nishi-Nippori (→ Chiyoda Subway Line, Keihin-Tohoku Line)

Nippori (→ Joban Line, Keihin-Tohoku Line, Keisei Main Line)
Attractions near Nippori Station: Nippori Fabric Town, Yanaka historical area, Shimogoinden Train Museum.

Uguisudani (→ Keihin-Tohoku Line)
Attractions near Uguisudani Station: Ueno Zoo and Ueno Park

Ueno (→ Ginza Subway Line, Hibiya Subway Line, Joban Line, Keihin-Tohoku Line, Tohoku Shinkansen [northbound])
Attractions near Ueno Station: Ueno Park, Ueno Zoo and Ueno and Okachimachi shopping.

Okachimachi (→ Keihin-Tohoku Line)
Attractions near Okachimachi Station: Ameyoko Market Street

Akihabara (→ Chuo-Sobu Line, Hibiya Subway Line, Keihin-Tohoku Line, Tsukuba Express)
Attractions near Akihabara Station: Akihabara electronics and pop culture area and Akihabara shopping

Kanda (→ Chuo Main Line, Ginza Subway Line)
Attractions near Kanda Station: Ochanomizu, Kanda, Yushima historical district

Kira-kira seperti itu gambaran dari Yamanote Line di Tokyo.
Jika kalian nanti mampir ke Tokyo pasti kalian akan menaiki Jalur paling terkenal ini tapi perlu diingat ya akan jam Rush-hour disana karena akan sangat ramai dan desak-desakan nanti jadi hindari jam tersebut ya.

Terima kasih :).

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Yamanote_Line#History
http://www.japanvisitor.com/japan-travel/yamanote-line
http://www.jreast.co.jp/E/destinations/tokyo/
http://www.japan-guide.com/e/e2370.html

Wednesday, January 18, 2017

Tips Untuk Hidup Hemat Ketika Travelling di Jepang

Halo guys, kembali lagi di blog saya.

Semoga kalian dalam kondisi sehat semua ya dan terima kasih udah meluangkan waktunya untuk baca blog ini :)

Di post kali ini saya akan membahas gimana sih cara biar travelling di Jepang itu bisa terjangkau? Karena kan Jepang itu terkenal dengan biaya hidupnya yang mahal ya. Tapi sebenarnya kita bisa loh hidup dengan dana yang bisa dijangkau asal yang paling penting bisa menahan diri dari godaan belanjaan saja. :D

Anyway tips yang saya berikan di post ini berdasarkan pengalaman saya sendiri pergi kesana dan beberapa rekomendasi dari teman-teman saya yang ikut dan bertemu di Jepang langsung.
Lalu apa aja sih tipsnya?


1. Pilihlah Penginapan yang Sesuai Budget


Penginapan adalah hal yang paling pertama yang wajib dipikirkan sebelum kita berangkat travelling kemanapun. Jepang adalah negara yang memperhatikan penghematan space untuk tempat tinggal. Maka dari itu, kita tidak perlu memperhatikan kualitas tempat penginapan kita. Yang peling penting kita bisa tidur dengan tenang dan nyaman, kualitas tempat penginapan bisa dianggap sebagai bonus.

Berdasarkan pengalaman saya, saya suka travelling multiple city di Jepang yaitu, mulai dari Osaka, lalu mampir ke Kyoto, dan diakhiri dengan perjalanan jauh dengan Shinkansen (di post sebelum ini dibahas) ke Tokyo sebelum pulang ke Tanah Air. Saya memilih penginapan melalui website booking online "booking.com" sebulan sebelum keberangkatan ke Jepang. Ketika berada di Osaka saya memilih business hotel yang berfasilitas tidur beralaskan futon, AC, TV, colokan listrik, kulkas, sandal, toilet, kamar mandi shower yang terpisah dari kamar, dan ofuro yang juga terpisah. Harga dari hotel tersebut hanya 3.000¥ per orang per malam atau sekitar 355 ribu IDR. Foto dari hotel tersebut ada disamping kiri dan menurut saya ini sangat puas menginap disini karena staffnya juga ramah sekali. Lalu foto saya yang diatas adalah penginapan saya ketika berada di Tokyo yaitu model Ryokan atau Japanese Style Room. Fasilitas yang dimiliki sama dengan business hotel yang saya inapi di Osaka, tetapi dengan tambahan disana ada dapur, ruang makan, dan didalam kulkas sudah disiapkan berbagai persediaan bahan untuk memasak di dapur. Penginapan jenis rumah ini paling memuaskan hati saya ketika berada di Jepang. Selain kami bisa berinteraksi dengan pemilik Ryokan ini, kami juga bisa berinteraksi dengan warga di sekitar Ryokan yang sangat ramah dengan kami. Harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal ketimbang business hotel kami di Osaka yaitu 3200¥ per orang per malam atau sekitar 380 ribu IDR. Tetapi tetap saja saya lebih puas berada di penginpan Ryokan ini.

Jadi pilihlah penginapan kalian dengan bijak ya sebelum travelling kemanapun. :)


2. Jangan Terlalu Sering Kuliner

Tentu jika kita travelling kemanapun apalagi ke Jepang tidak lepas dari namanya kuliner. Kuliner merupakan suatu kewajiban bagi para traveller untuk mencoba rasa yang baru yang tidak ada di negara mereka masing-masing.


Tetapi untuk travel hemat, makanan bisa jadi perhatian khusus karena jika kalian terlalu banyak mencoba makanan Jepang, kalian akan memboroskan anggaran di makanan dan makanan di Jepang untuk ukuran orang Indonesia terbilang mahal per porsinya. Jadi ada beberapa saran saya jika ingin kuliner tetapi juga menghemat anggaran. Yang pertama, sarapanlah roti yang bisa dibeli di konbini seperti 7eleven/Family Mart/Lawson hanya dengan harga 100¥ tetapi sudah memuaskan perut. Roti yang tidak pernah kita temui di Indonesia adalah Roti isi kare yang saya paling rekomendasikan untuk sarapan, tetapi bisa juga memilih variant roti yang telah disediakan. Yang kedua, saat ingin makan malam jika kalian bisa memasak dan di penginapannya memiliki dapur, masaklah hidangan yang kalian suka dengan membeli bahan di supermarket pada malam hari yang semua bahan pasti akan di diskon rata-rata 50% dari harga normal. Kalian bisa mendapat kesempatan menjelajahi kuliner Jepang pada siang sampai sore hari.


3. Belanja Hanya Pada Hari Terakhir Sebelum Pulang

Belanja adalah hal yang tidak bisa kita hindari lagi ketika travelling terutama Jepang. Karena Jepang memiliki barang-barang yang bisa dibilang aneh tapi menarik untuk dibeli. Kunci utama pemborosan yaitu disini. Jika kalian dari hari pertama saja sudah berbelanja seperti oleh-oleh, khilaf, dsb, tentunya jika kalian memiliki budget yang terjangkau akan merasa kebingungan di hari kemudiannya dan rencana itinerary yang telah dibuat tidak berjalan sesuai rencana karena sudah dipatok anggarannya untuk mengikuti rencana itinerary yang sudah dibuat tersebut. Berbelanja sebenarnya boleh saja asal bisa di kontrol dengan baik. Tetapi jika kalian ada yang mempunyai gaya hidup hedonism, kalian bisa mengikuti cara ini dengan menahan semua godaan yang ada dan hanya mencatatnya sebagai referensi atau wishlist belanja, dan akan dibeli semua ketika hari terakhir menjelang pulang ke Tanah Air. Dan ada tambahan pilihlah toko yang ada tulisan "Free-tax Shop" dimana pajak Jepang yang terbilang tinggi yaitu 8% dari harga barang bisa tidak terkena pajak jika kalian menunjukkan visa tourist kalian, atau dengan cara tetap membayar 8% di toko lalu merefund harga pajak tersebut di counter refund tax yang biasanya ada di bandara atau stasiun besar dengan menunjukkan struk bayar yang ada logo free-taxnya.


Kira-kira itulah tips dari saya untuk menghemat travelling selama di Jepang agar uang yang anda gunakan dan siapkan bisa lebih terjangkau dan tidak sia-sia.

Jika ada salah kata mohon dimaafkan ya guys. Kalau ada tambahan dalam tips cara untuk hidup hemat di Jepang silahkan menambahkannya di comment ya guys

Terima kasih :)