Monday, January 16, 2017

Pengalaman Naik Shinkansen

Halo guys, gimana kabarnya? semoga dalam kondisi sehat semua ya. :)

Di post kali ini saya akan membahas pengalaman saya menaiki Shinkansen yang dinobatkan sebagai kereta paling cepat di dunia.


Langsung cerita saja ya.

Saya pergi travelling ke Jepang pada tanggal 7 September sampai 14 September 2016. Saya pergi bersama 2 teman dari kampus saya yang bernama Iqbal dan Henry. Itinerary semua sudah dirancang sebelum keberangkatan oleh saya yang sudah melihat review berbagai traveller yang berkunjung ke Osaka, Kyoto, dan Tokyo. Akhirnya kami berangkat kesana.

Ketika sampai di Jepang, kami pertama mendarat di Kansai Internasional Airport pada 7 September malam. Lalu sesuai itinerary, kami memiliki jatah waktu 3 hari yang terbagi menjadi 2 hari untuk menjelajahi kota Osaka dan 1 hari untuk menjelajahi kota Kyoto. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan itinerary kami ke Tokyo.


Pada tanggal 11 September kami bangun pagi untuk check-out dari hotel untuk mencari sarapan dan
pada jam 11 siang, kami menuju Shin-Osaka Station yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit. Karena hanya di Shin-Osaka Station yang memiliki Shinkansen Track atau Jalur Shinkansen yang bisa menuju ke Tokyo untuk kearah Timur dan ke Hiroshima untuk kearah Barat. Ketika sampai disana, kami harus pindah jalur dari kereta subway ke jalur Shinkansen dengan berjalan kaki selama 5 menit. Ketika sampai disana, kami membeli tiket di loket yang dilayani oleh staff tiket Shinkansen. Harga dari tiket Shinkansen untuk tujuan Tokyo sebesar 13.620¥ atau sekitar 1,6 juta IDR dan jenis Shinkansen yang kita naiki adalah jenis Nozomi yaitu kereta yang paling cepat sampai
di Tokyo yang hanya ditempuh selama 2,5 jam.


Kami berangkat dari Shin-Osaka Station sekitar jam 12.30 karena Shinkansen datang setiap 15


menit, kami terlewat 2 kereta yang tujuan keberangkatan ke Tokyo. Kami naik di gerbong nomor 2 untuk kursi non-reserved seat, karena jika ingin yang reserved-seat itu harus booking sehari sebelum keberangkatan dan biayanya lebih mahal. Ketika di dalam Shinkansen, saya merekomendasikan teman saya untuk duduk di sebelah kiri dari gerbong melaju karena disebelah kiri akan tampak Gunung Fuji ketika hampir masuk Shin-Yokohama Station jadi kami duduk di sebelah kiri. Di dalam kereta juga kami ada berbincang dengan orang Jepang yang penasaran sedang apa kami berada di Jepang dan orangnya sangat ramah yang tujuannya juga sama ke Tokyo. Di dalam Shinkansen juga ditawarkan berbagai bento, makanan ringan, dan minuman. Saya disitu memesan kopi yang terbilang cukup mahal yaitu 400¥ atau sekitar 50.000 IDR dan teman saya tidak memesan apa-apa karena terbilang mahal. Perjalanan 2,5 jam ditemani dengan berbagai pemandangan desa dan kota sebelum sampai di Tokyo menjadi pencuci mata paling ampuh untuk menghilangkan stres di kepala. Kami melalui kota besar sekaligus menjadi pemberhentian Shinkansen Nozomi yaitu, Kyoto, Nagoya, Yokohama, dan tujuan terakhir kami, Tokyo.



Sayangnya tujuan kami yang sekaligus rekomendasi dari berbagai orang yaitu melihat Gunung Fuji tidak dapat dilihat karena tertutup oleh awan dan cuaca sedang buruk. Tetapi akhirnya kami sampai di Tokyo sekitar jam 3 sore dan atmosfer setelah turun dari Shinkansen sangatlah berbeda ketika masih di Osaka. Tokyo sangat ramai dan sibuk dan sialnya kita memang sampai di Tokyo hampir pada jam rush hour jadi sudah sangat ramai jadi kami harus bergegas menuju Ryokan atau Japanese style room yang telah kami pesan sebelumnya.

Jadi begitulah kira-kira cerita dari saya adapun kekurangannya dari saya mohon dimaafkan.
Nantikan update dari blog saya lagi tentang travelling di Jepang ya.
Terima kasih telah membaca :)






No comments:

Post a Comment