Thursday, January 19, 2017

Cerita Jepang: Tentang Yamanote Line

Halo guys, balik lagi di blog saya

Semoga dalam kondisi sehat semua ya.

Post kali ini saya akan membahas Line kereta di Jepang yang paling terkenal dan paling tersibuk di dunia yaitu Yamanote Line yang berada di ibukota negara Jepang, Tokyo.

Saya akan membahas sejarah dan aksesnya yang bisa ditempuh oleh Yamanote Line ini.

Mulai dari sejarahnya dulu ya.

Yamanote Line pertama kali dibuka pada tahun 1885 yang diresmikan oleh Nippon Railway Company, yang beroperasi di antara stasiun Shinagawa di selatan dan stasiun Akabane di utara. Bagian atas putaran jalur antara Ikebukuro dan Tabata (jaraknya 3,3km) dibuka pada tanggal 1 April 1903 dan kedua jalur tersebut digabung menjadi Yamanote Line pada 12 Oktober 1909.

Jalur ini sudah berlistrik pada tahun 1909, tahun yang sama dengan Jalur Osaki - Shinagawa yang sudah berjalur ganda dengan jalur memutar yang selesai pada tahun 1925 dengan pembukaan jalur ganda, jalur yang sudah berlistrik antara Kanda dan Ueno pada 1 November, menyediakan akses utara-selatan melewati stasiun Tokyo melalui pusat bisnis kota. Sebuah jalur pengiriman paralel, juga selesai pada tahun 1925, beroperasi sepanjang bagian dalam dari jalur lingkaran antara Shinagawa dan Tabata.

Pengontrol kereta otomatis (ATC/Automatic Train Control) diperkenalkan dari 6 desember 1981, dan versi digitalnya (D-ATC) diperkenalkan dari 30 Juli 2006.

Penomoran Stasiun diperkenalkan di stasiun JR East di area Tokyo dari 20 Agustus 2016, dengan stasiun Yamanote Line bernomor bersama dengan kodenya "JY".


Lalu kira-kira sekarang Yamanote Line di Tokyo ini bisa akses kemana aja ya?

Yamanote Line yang merupakan Jalur bawah-atas tanah ini memiliki akses ke daerah penting di Tokyo. Kapasitas per hari dari jalur ini bisa menampung penumpang sampai 3,55 juta orang yang mengakses mereka ke daerah perkantoran sampai daerah pusat perbelanjaan. Yamanote Line dibuka per hari dari jam 4.20 pagi sampai jam 1.20 dini hari dengan tenggang waktu per kereta 3-4 menit di tiap stasiun. Yamanote Line memiliki 29 stasiun dan hanya 2 stasiun yang tidak memiliki akses penyambung ke jalur lain yaitu, stasiun Shin-Okubo dan stasiun Mejiro.

Berikut ini adalah daftar koneksi dari Yamanote dilihat dari searah jarum jam. Terdaftar dibawahnya beberapa objek wisata terdekat dari Yamanote Line.

Tokyo Station (→ Keihin-Tohoku Line, Chuo Main Line, Keiyo Line, Marunouchi Subway Line, Shinkansen [all major lines from Tokyo], Sobu Main Line, Tokaido Main Line, Yokosuka Line)
Attractions near Tokyo Station: Imperial Palace & Marunouchi shopping district.

Yurakucho (→ Keihin-Tohoku Line, Yurakucho Subway Line)
Attractions near Yurakucho Station: Ginza, Ginza shopping, Imperial Palace

Shimbashi (→ Ginza Subway Line, Keihin-Tohoku Line, Toei Asakusa Line, Yurikamome)
Attractions near Shimbashi Station: Tsukiji Fish Market, Hama Rikyu Garden

Hamamatsucho (→ Keihin-Tohoku Line, Toei Asakusa Line, Toei Oedo Line, Tokyo Monorail)
Attractions near Hamamatsucho Station: Tokyo Tower, Zojoji Temple, Kyu Shiba Rikyu Gardens

Tamachi (→ Keihin-Tohoku Line)

Shinagawa (→ Keihin-Tohoku Line, Keikyu Main Line, Tokaido Main Line, Tokaido Shinkansen, Yokosuka Line)
Attractions near Shinagawa Station: Shinagawa shopping, hotel, and entertainment district, Shinagawa Kumin Park

Osaki (→ Rinkai Line, Shonan-Shinjuku Line [southbound])

Gotanda (→ Toei Asakusa Line)
Attractions near Gotanda Station: Mundo Latino Minimart

JR Yamanote Line Tokyo.
Meguro (→ Namboku Subway Line, Toei Mita Line, Tokyu Meguro Line)

Ebisu (→ Hibiya Subway Line)
Attractions near Ebisu Station: Yebisu Garden Place restaurant, museum and cultural complex, Tokyo Metropolitan Museum of Photography

Shibuya (→ Ginza Subway Line, Hanzomon Subway Line, Keio Inokashira Line, Tokyu Den-en-toshi Line, Tokyu Toyoko Line)
Attractions near Shibuya Station: Shibuya and Shibuya shopping.

Harajuku (→ Chiyoda Subway Line)
Attractions near Harajuku Station: Harajuku and Omotesando fashion districts, Yoyogi Park, and Meiji Jingu Shrine

Yoyogi (→ Chuo-Sobu Line (eastbound), Toei Oedo Line)
Attractions near Yoyogi Station: Shinjuku Gyoen Park

Shinjuku (→ Chuo Main Line, Chuo-Sobu Line [westbound], Keio Line, Marunouchi Subway Line, Odakyu Line, Odawara Line, Seibu Shinjuku Line, Toei Oedo Line, Toei Shinjuku Line)
Attractions near Shinjuku Station: Shinjuku and Shinjuku shopping and Tokyo Metropolitan Government Building - Tocho

Shin-Okubo

Takadanobaba (→ Seibu Shinjuku Line, Tozai Subway Line)

JR Yamanote Line Tokyo.
Mejiro

Ikebukuro (→ Marunouchi Subway Line, Saikyo Line (northbound), Seibu Ikebukuro Line, Shonan-Shinjuku Line [northbound], Tobu Tojo Main Line, Yurakucho Subway Line, Yurakucho New Subway Line)
Attractions near Ikebukuro Station: Ikebukuro

Otsuka (→ Toden Arakawa Line)

Sugamo (→ Toei Mita Line)

Komagome (→ Namboku Subway Line)
Attractions near Komagome Station: Rikugien Gardens

Tabata (→ Keihin-Tohoku Line)

JR Yamanote Line Tokyo.
Nishi-Nippori (→ Chiyoda Subway Line, Keihin-Tohoku Line)

Nippori (→ Joban Line, Keihin-Tohoku Line, Keisei Main Line)
Attractions near Nippori Station: Nippori Fabric Town, Yanaka historical area, Shimogoinden Train Museum.

Uguisudani (→ Keihin-Tohoku Line)
Attractions near Uguisudani Station: Ueno Zoo and Ueno Park

Ueno (→ Ginza Subway Line, Hibiya Subway Line, Joban Line, Keihin-Tohoku Line, Tohoku Shinkansen [northbound])
Attractions near Ueno Station: Ueno Park, Ueno Zoo and Ueno and Okachimachi shopping.

Okachimachi (→ Keihin-Tohoku Line)
Attractions near Okachimachi Station: Ameyoko Market Street

Akihabara (→ Chuo-Sobu Line, Hibiya Subway Line, Keihin-Tohoku Line, Tsukuba Express)
Attractions near Akihabara Station: Akihabara electronics and pop culture area and Akihabara shopping

Kanda (→ Chuo Main Line, Ginza Subway Line)
Attractions near Kanda Station: Ochanomizu, Kanda, Yushima historical district

Kira-kira seperti itu gambaran dari Yamanote Line di Tokyo.
Jika kalian nanti mampir ke Tokyo pasti kalian akan menaiki Jalur paling terkenal ini tapi perlu diingat ya akan jam Rush-hour disana karena akan sangat ramai dan desak-desakan nanti jadi hindari jam tersebut ya.

Terima kasih :).

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Yamanote_Line#History
http://www.japanvisitor.com/japan-travel/yamanote-line
http://www.jreast.co.jp/E/destinations/tokyo/
http://www.japan-guide.com/e/e2370.html

Wednesday, January 18, 2017

Tips Untuk Hidup Hemat Ketika Travelling di Jepang

Halo guys, kembali lagi di blog saya.

Semoga kalian dalam kondisi sehat semua ya dan terima kasih udah meluangkan waktunya untuk baca blog ini :)

Di post kali ini saya akan membahas gimana sih cara biar travelling di Jepang itu bisa terjangkau? Karena kan Jepang itu terkenal dengan biaya hidupnya yang mahal ya. Tapi sebenarnya kita bisa loh hidup dengan dana yang bisa dijangkau asal yang paling penting bisa menahan diri dari godaan belanjaan saja. :D

Anyway tips yang saya berikan di post ini berdasarkan pengalaman saya sendiri pergi kesana dan beberapa rekomendasi dari teman-teman saya yang ikut dan bertemu di Jepang langsung.
Lalu apa aja sih tipsnya?


1. Pilihlah Penginapan yang Sesuai Budget


Penginapan adalah hal yang paling pertama yang wajib dipikirkan sebelum kita berangkat travelling kemanapun. Jepang adalah negara yang memperhatikan penghematan space untuk tempat tinggal. Maka dari itu, kita tidak perlu memperhatikan kualitas tempat penginapan kita. Yang peling penting kita bisa tidur dengan tenang dan nyaman, kualitas tempat penginapan bisa dianggap sebagai bonus.

Berdasarkan pengalaman saya, saya suka travelling multiple city di Jepang yaitu, mulai dari Osaka, lalu mampir ke Kyoto, dan diakhiri dengan perjalanan jauh dengan Shinkansen (di post sebelum ini dibahas) ke Tokyo sebelum pulang ke Tanah Air. Saya memilih penginapan melalui website booking online "booking.com" sebulan sebelum keberangkatan ke Jepang. Ketika berada di Osaka saya memilih business hotel yang berfasilitas tidur beralaskan futon, AC, TV, colokan listrik, kulkas, sandal, toilet, kamar mandi shower yang terpisah dari kamar, dan ofuro yang juga terpisah. Harga dari hotel tersebut hanya 3.000¥ per orang per malam atau sekitar 355 ribu IDR. Foto dari hotel tersebut ada disamping kiri dan menurut saya ini sangat puas menginap disini karena staffnya juga ramah sekali. Lalu foto saya yang diatas adalah penginapan saya ketika berada di Tokyo yaitu model Ryokan atau Japanese Style Room. Fasilitas yang dimiliki sama dengan business hotel yang saya inapi di Osaka, tetapi dengan tambahan disana ada dapur, ruang makan, dan didalam kulkas sudah disiapkan berbagai persediaan bahan untuk memasak di dapur. Penginapan jenis rumah ini paling memuaskan hati saya ketika berada di Jepang. Selain kami bisa berinteraksi dengan pemilik Ryokan ini, kami juga bisa berinteraksi dengan warga di sekitar Ryokan yang sangat ramah dengan kami. Harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal ketimbang business hotel kami di Osaka yaitu 3200¥ per orang per malam atau sekitar 380 ribu IDR. Tetapi tetap saja saya lebih puas berada di penginpan Ryokan ini.

Jadi pilihlah penginapan kalian dengan bijak ya sebelum travelling kemanapun. :)


2. Jangan Terlalu Sering Kuliner

Tentu jika kita travelling kemanapun apalagi ke Jepang tidak lepas dari namanya kuliner. Kuliner merupakan suatu kewajiban bagi para traveller untuk mencoba rasa yang baru yang tidak ada di negara mereka masing-masing.


Tetapi untuk travel hemat, makanan bisa jadi perhatian khusus karena jika kalian terlalu banyak mencoba makanan Jepang, kalian akan memboroskan anggaran di makanan dan makanan di Jepang untuk ukuran orang Indonesia terbilang mahal per porsinya. Jadi ada beberapa saran saya jika ingin kuliner tetapi juga menghemat anggaran. Yang pertama, sarapanlah roti yang bisa dibeli di konbini seperti 7eleven/Family Mart/Lawson hanya dengan harga 100¥ tetapi sudah memuaskan perut. Roti yang tidak pernah kita temui di Indonesia adalah Roti isi kare yang saya paling rekomendasikan untuk sarapan, tetapi bisa juga memilih variant roti yang telah disediakan. Yang kedua, saat ingin makan malam jika kalian bisa memasak dan di penginapannya memiliki dapur, masaklah hidangan yang kalian suka dengan membeli bahan di supermarket pada malam hari yang semua bahan pasti akan di diskon rata-rata 50% dari harga normal. Kalian bisa mendapat kesempatan menjelajahi kuliner Jepang pada siang sampai sore hari.


3. Belanja Hanya Pada Hari Terakhir Sebelum Pulang

Belanja adalah hal yang tidak bisa kita hindari lagi ketika travelling terutama Jepang. Karena Jepang memiliki barang-barang yang bisa dibilang aneh tapi menarik untuk dibeli. Kunci utama pemborosan yaitu disini. Jika kalian dari hari pertama saja sudah berbelanja seperti oleh-oleh, khilaf, dsb, tentunya jika kalian memiliki budget yang terjangkau akan merasa kebingungan di hari kemudiannya dan rencana itinerary yang telah dibuat tidak berjalan sesuai rencana karena sudah dipatok anggarannya untuk mengikuti rencana itinerary yang sudah dibuat tersebut. Berbelanja sebenarnya boleh saja asal bisa di kontrol dengan baik. Tetapi jika kalian ada yang mempunyai gaya hidup hedonism, kalian bisa mengikuti cara ini dengan menahan semua godaan yang ada dan hanya mencatatnya sebagai referensi atau wishlist belanja, dan akan dibeli semua ketika hari terakhir menjelang pulang ke Tanah Air. Dan ada tambahan pilihlah toko yang ada tulisan "Free-tax Shop" dimana pajak Jepang yang terbilang tinggi yaitu 8% dari harga barang bisa tidak terkena pajak jika kalian menunjukkan visa tourist kalian, atau dengan cara tetap membayar 8% di toko lalu merefund harga pajak tersebut di counter refund tax yang biasanya ada di bandara atau stasiun besar dengan menunjukkan struk bayar yang ada logo free-taxnya.


Kira-kira itulah tips dari saya untuk menghemat travelling selama di Jepang agar uang yang anda gunakan dan siapkan bisa lebih terjangkau dan tidak sia-sia.

Jika ada salah kata mohon dimaafkan ya guys. Kalau ada tambahan dalam tips cara untuk hidup hemat di Jepang silahkan menambahkannya di comment ya guys

Terima kasih :)

Monday, January 16, 2017

Pengalaman Naik Shinkansen

Halo guys, gimana kabarnya? semoga dalam kondisi sehat semua ya. :)

Di post kali ini saya akan membahas pengalaman saya menaiki Shinkansen yang dinobatkan sebagai kereta paling cepat di dunia.


Langsung cerita saja ya.

Saya pergi travelling ke Jepang pada tanggal 7 September sampai 14 September 2016. Saya pergi bersama 2 teman dari kampus saya yang bernama Iqbal dan Henry. Itinerary semua sudah dirancang sebelum keberangkatan oleh saya yang sudah melihat review berbagai traveller yang berkunjung ke Osaka, Kyoto, dan Tokyo. Akhirnya kami berangkat kesana.

Ketika sampai di Jepang, kami pertama mendarat di Kansai Internasional Airport pada 7 September malam. Lalu sesuai itinerary, kami memiliki jatah waktu 3 hari yang terbagi menjadi 2 hari untuk menjelajahi kota Osaka dan 1 hari untuk menjelajahi kota Kyoto. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan itinerary kami ke Tokyo.


Pada tanggal 11 September kami bangun pagi untuk check-out dari hotel untuk mencari sarapan dan
pada jam 11 siang, kami menuju Shin-Osaka Station yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit. Karena hanya di Shin-Osaka Station yang memiliki Shinkansen Track atau Jalur Shinkansen yang bisa menuju ke Tokyo untuk kearah Timur dan ke Hiroshima untuk kearah Barat. Ketika sampai disana, kami harus pindah jalur dari kereta subway ke jalur Shinkansen dengan berjalan kaki selama 5 menit. Ketika sampai disana, kami membeli tiket di loket yang dilayani oleh staff tiket Shinkansen. Harga dari tiket Shinkansen untuk tujuan Tokyo sebesar 13.620¥ atau sekitar 1,6 juta IDR dan jenis Shinkansen yang kita naiki adalah jenis Nozomi yaitu kereta yang paling cepat sampai
di Tokyo yang hanya ditempuh selama 2,5 jam.


Kami berangkat dari Shin-Osaka Station sekitar jam 12.30 karena Shinkansen datang setiap 15


menit, kami terlewat 2 kereta yang tujuan keberangkatan ke Tokyo. Kami naik di gerbong nomor 2 untuk kursi non-reserved seat, karena jika ingin yang reserved-seat itu harus booking sehari sebelum keberangkatan dan biayanya lebih mahal. Ketika di dalam Shinkansen, saya merekomendasikan teman saya untuk duduk di sebelah kiri dari gerbong melaju karena disebelah kiri akan tampak Gunung Fuji ketika hampir masuk Shin-Yokohama Station jadi kami duduk di sebelah kiri. Di dalam kereta juga kami ada berbincang dengan orang Jepang yang penasaran sedang apa kami berada di Jepang dan orangnya sangat ramah yang tujuannya juga sama ke Tokyo. Di dalam Shinkansen juga ditawarkan berbagai bento, makanan ringan, dan minuman. Saya disitu memesan kopi yang terbilang cukup mahal yaitu 400¥ atau sekitar 50.000 IDR dan teman saya tidak memesan apa-apa karena terbilang mahal. Perjalanan 2,5 jam ditemani dengan berbagai pemandangan desa dan kota sebelum sampai di Tokyo menjadi pencuci mata paling ampuh untuk menghilangkan stres di kepala. Kami melalui kota besar sekaligus menjadi pemberhentian Shinkansen Nozomi yaitu, Kyoto, Nagoya, Yokohama, dan tujuan terakhir kami, Tokyo.



Sayangnya tujuan kami yang sekaligus rekomendasi dari berbagai orang yaitu melihat Gunung Fuji tidak dapat dilihat karena tertutup oleh awan dan cuaca sedang buruk. Tetapi akhirnya kami sampai di Tokyo sekitar jam 3 sore dan atmosfer setelah turun dari Shinkansen sangatlah berbeda ketika masih di Osaka. Tokyo sangat ramai dan sibuk dan sialnya kita memang sampai di Tokyo hampir pada jam rush hour jadi sudah sangat ramai jadi kami harus bergegas menuju Ryokan atau Japanese style room yang telah kami pesan sebelumnya.

Jadi begitulah kira-kira cerita dari saya adapun kekurangannya dari saya mohon dimaafkan.
Nantikan update dari blog saya lagi tentang travelling di Jepang ya.
Terima kasih telah membaca :)






Monday, January 9, 2017

Best Japan Destination: Osaka-jo or Osaka Castle

Halo guys, kembali lagi di blog saya.

Sesuai janji saya di post sebelumnya, saya akan menulis sebuah post tentang destinasi favorit saya yang akan saya rekomendasikan selama berada di Jepang

Yaitu.....

Osaka-jo atau Osaka Castle 「大阪城」



Terletak di pusat Kota Osaka, Kastil ini masih berdiri megah nan indahnya yang dijadikan sebagai simbol dan destinasi di Osaka. Pertama-tama yuk kita bahas sejarahnya singkatnya.

Pembangunan Osaka Castle dimulai pada tahun 1583 oleh Toyotomi Hideyoshi persis di tempat mantan situs Ishiyama Honganji Temple yang dihancurkan oleh Oda Nobunaga 13 tahun sebelumnya. Toyotomi Hideyoshi bermaksud membangun kastil ini sebagai pusat pemerintahan baru dibawah pemeritahan Toyotomi. Kastil ini menjadi kastil terbesar di saat itu.

Setelah kematian Toyotomi, Tokugawa Ieyasu yang bekerja sebagai anak buah dari Toyotomi Hideyoshi ditunjuk sebagai Shogun (pemimpin pemerintah) selanjutnya dan ia memindahkan Shogunate (pemerintahan) ke Edo (sekarang Tokyo). Pada tahun 1615, Ieyasu menghancurkan keluarga Toyotomi dan juga menghancurkan Osaka Castle ini pada Perang Musim Panas Osaka (Summer War of Osaka). Osaka Castle dibangun kembali oleh Tokugawa Hidetada pada tahun 1620, tetapi menara utama kastil terkena sambaran petir dan terbakar pada tahun 1665. Pemerintah Tokugawa berada disini dan dikontrol langsung oleh Shogun sampai tahun 1868, ketika pemerintahan Tokugawa kehilangan kekuasaan dan kastilnya hancur kembali.

Pada tahun 1931, menara utama kastil dibangun kembali yang digunakan untuk dijadikan markas militer dan didanai oleh sumbangan para penduduk dan dirawat kemegahannya sampai sekarang.

Lalu ada apa aja sih didalam komplek kastil Osaka itu?
Ketika kamu sampai di Osaka Castle, kamu akan melewati kebun sebelum sampai ke bangunan utama menara kastil. kebun tersebut bernama Kebun Nishinomaru. Komplek Osaka Castle ini memiliki luas sekitar 106,7 hektar yang terdiri dari 600 pohon sakura, 95 jenis bunga aprikot Jepang, dan 1250 pohon hijau yang melengkapi keindahan kebun komplek Osaka Castle ini. Kamu juga bisa melihat takjubnya tembok terkuat pada zamannya yang masih kokoh melindung dan membatasi komplek Osaka Castle dan struktur bangunan seperti Otemon Gate (Pintu Utama) dan Sengan Turret. kebun Nishinomaru ini adalah tempat hanami yang paling populer pada saat musim semi yang dimana sakura sedang bermekaran di seluruh Jepang sekitar bulan April. Dan persis di depan halaman teras kastil terdapat rumah-rumah tua ala Osaka yang digunakan sebagai tempat hiburan para pengunjung dan berbagai stand Makanan yang siap melayani perut para pengunjung yang lapar.



Untuk masuk ke dalam kastilnya, kita harus membeli tiketnya terlebih dahulu di depan pintu masuk menara utama kastil seharga 600¥ (sekitar 70.000 IDR) per orang. Jam operasional untuk menara kastil tersebut dari jam 9 pagi sampai jam 4.30 sore. Untuk kebunnya sendiri dibuka tanpa ada biaya masuk dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Saat musim sakura, kebun dibuka sampai jam 9 malam dan pada jam perpanjangan tersebut dikenakan biaya sebesar 350¥ (sekitar 40.000 IDR).

Didalam kastil tersebut terdapat museum peninggalan penghuni Osaka Castle dari zaman ke zaman, ada juga berbagai miniatur sejarah dari berdirinya Osaka Castle sampai sekarang. Terdiri dari 8 lantai yang lantai paling atasnya kita bisa keluar ke balkoni kastil dan menikmati pemandangan kota Osaka dan juga terdapat toko merchandise untuk belanja oleh-oleh ala Osaka Castle. Di sekitar lantai 2 atau 3 saya lupa, ada Photo Booth disitu yang menyewakan baju samurai untuk para pengunjung dan mengambil foto saat memakainya dan dikenakan biaya sebesar 500¥ (sekitar 57.000 IDR) untuk dapat 4-5 cetakan foto.

Bagaimana akses untuk kesana?

Akses untuk kesana sangat mudah, jika kamu dari stasiun Osaka silahkan ambil jalur JR Osaka Loop Line berwarna merah dan turun di Osakajo Koen Station yang hanya ditempuh selama 10 menit seharga 160¥ (Sekitar 20.000 IDR). Bisa juga kamu melewati jalur kereta Subway Chuo Line dan turun di Tanimachi 4-Chome Station yang dimana Otemon Gate (pintu utama) itu berada lebih dekat daripada Osakajo Koen Station.



Jadi bagaimana guys tentang Osaka Castle? Menarik bukan untuk dijadikan destinasi kalian saat berada di Jepang? Jika ada informasi yang kurang dari saya, anda bisa melihat website resmi dari Osaka Castle yang sudah ada versi bahasa inggrisnya di link dibawah ini ya. http://www.osakacastle.net/english/index.html
Anyway tetap stay tune ya guys karena saya akan masih terus update mengenai destinasi travel dan kuliner yang ada di Jepang.
See you guys soon, bye :)

Introduction~ 自己紹介〜


Hallo guys, salam sejahtera untuk kita semua ya.


Di post yang paling pertama ini, saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Rizky Pradana, saat ini saya sekarang sebagai Mahasiswa Universitas Bina Nusantara Angkatan 2019 Jurusan Sastra Jepang. Entah kenapa saya semenjak SMP sudah dipanggil Choko oleh teman-teman saya. Tetapi lama kelamaan saya sudah terbiasa dengan panggilan tersebut dan merasa kalau panggilan ini "boleh juga", maka jadilah nama Choko sebagai Inisial saya di internet juga dan menjadi panggilan akrab oleh teman-teman saya dimanapun.

Mengenai hobi saya, sebenarnya hobi saya itu banyak, tetapi saya mengambil salah satu hobi saya yang berkaitan dengan post saya selanjutnya nanti yaitu, tentang Travel. Berkaitan dengan jurusan kuliah saya yaitu Sastra Jepang, saya sudah pernah pergi ke Jepang tetapi belum pernah membuat review di blog atau membuat video blog dan sebagainya, maka dari itu jadilah debut saya untuk menuliskan beberapa review tentang destinasi di Jepang, Tips tentang kehidupan sehari-hari di Jepang, dan tentunya Kuliner di Jepang.

Blog ini menjadi blog pribadi saya yang jika ada waktu luang saya akan terus update blog ini dan kemungkinan bisa meluaskan bidang blog saya diluar Travel tetapi masih seputar Jepang. Dan mengenai sumber, saya akan memfilter informasi sebaik-baiknya sesuai fakta yang ada. Tetapi, post seputar Travel akan tetap lebih dominan karena sesuai dengan minat dan bidang yang saya kuasai.

Hal terakhir yang ingin saya bahas di post pertama saya ini mengenai Jepang pada umumnya. Jepang adalah Negara kepulauan yang memiliki 4 pulau utama yaitu, Pulau Hokkaido (Pulau paling diatas), Pulau Honshu (Pulau terbesar), Pulau Shikoku, dan Pulau Kyushu. Jepang terletak di tengah Samudera Pasifik yang diapit oleh Laut Jepang, Laut China Selatan, dan Laut Filipina. Nama dari negara Jepang mengambil kanji dari China yaitu 日本 "Nihon" yang artinya Matahari Terbit, maka dari itu Jepang terkenal dengan sebutannya sebagai negara Matahari Terbit. Ibukota Jepang adalah Tokyo yang berada di Kantou Region di Pulau Honshu. Menurut data dinas kependudukan Jepang pada tahun 2013, total penduduk Jepang pada saat itu adalah 128 juta orang dan berada di peringkat 10 negara yang paling banyak penduduknya di dunia. Jepang merupakan negara yang masih sangat melestarikan budayanya sampai saat ini. Maka dari itu, Jepang saat ini menjadi prioritas destinasi wisata banyak orang dari seluruh dunia. Pemerintah Jepang juga sedang gencar-gencarnya memperkenalkan Jepang dan mendorong pariwisata Jepang yang menargetkan 20 juta wisatawan berkunjung ke Jepang sebagai strategi pertumbuhan Jepang. Dan yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Dunia, pada tahun 2020 Jepang akan menjadi Tuan Rumah Olimpiade 4 tahun sekali dan diselenggarakan di ibukota Jepang yaitu Tokyo.

Sekian post pertama saya untuk kali ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenaan ya.
Untuk post selanjutnya dan saya rencanakan untuk membuat post tentang review tempat wisata favorit saya yang ketika saya berada di Jepang pasti saya akan mengunjungi tempat tersebut.
Mau tau tempat apa itu? Tetap stay tune ya di blog saya.
Terima kasih :)